Aspirasi Kaum Terjajah
oleh: Arnold M
Aspirasi kaum terjajah tak akan didengar oleh dia si penjajah. Itu yang dimaksud dengan fitra penjajah atas kaum terjajah. Mau sampai kapan-pun aspirasi bangsa Papua tak akan didengar oleh Indonesia karena, Indonesia adalah penjajah kolonial di era-moderen ini. Jangan anda mempertanyakan bukti otentik dari konfigurasi penjajahan itu sendiri. Semua konfigurasi penjajahan, dan entitas penjajahan ada didepan mata. Sebuah fakta tak bisa menutupinya dengan mendistorsikan informasi tersebut, dengan mekanisme propaganda dan agitasi Otoritas negara kolonial. Kebohongan penjajah kolonial akan tetap terbongkar pada akhirnya.
Paket pemekaran di Papua tetap turun karena keras kepalanya Jakarta (kolonial). Paket itu akan terhenti saat rakyat Papua dan mahasiswa Papua melakukan aksi-aksi konkrit secara damai. Walaupun penjajah akan keras kepala dan kepala batu. Pada intinya pemekaran itu penyakit akut yang akan mematikan manusia Papua kapan pun, dan dimana-pun. Orang Papua tidak minta pemekaran, orang Papua tidak minta paket Otsus, orang Papua tidak minta uang di Jakarta, orang Papua tidak mengimis ke Jakarta dll. Sebab, yang meminta-minta atau mengemis ke Jakarta itu adalah elite politik Papua itu sendiri (tidak rakyat akar rumput).
Orang-orang Papua di tekan untuk menjadi Indonesia atau NKRI
harga mati, padahal itu bukan jati diri dan nasionalisme orang Papua. Dan mau
bagaimana pun orang Papua, dan orang Indonesia tidak bisa dipersatukan dengan
ideologis dan nasionalisme-nya Indonesia. Begitupun sebaliknya. Yang bisa di
satukan itu "Susu dan Kopi" tetapi, tidak untuk bangsa yang berbeda
ideologis dan nasionalisme. Oleh sebab itu, Hak Menentukan Nasib Sendiri (HMNS)
adalah solusi demokratis bagi bangsa Papua Barat. Memang esensinya seperti itu
bahwa, HMNS saja yang dapat membebaskan bangsa Papua dari belenggu penjajahan
kolonial.
*MARI SAMA-SAMA KITA SIKAPI SOAL INI DAN TOLAK PAKET DALAM BENTUK APAPUN YANG JAKARTA DONG KASIH UNTUK PAPUA BARAT*

Belum ada Komentar untuk "Aspirasi Kaum Terjajah"
Posting Komentar